Pagi ini saya coba bikin kue buat bekal anak saya yang masih duduk di TK-B.
kuenya ngikutin resep. bahan dasar dari kentang. di campur keju,garam,telur, coklat.
saya berharap anakku suka. Aku memang tidak mencicipinya,karena saat itu aku puasa guna tes gula darah. setelah melalui proses,ternyata kata suami:
" wah ,ini makanan apa to Bu, lauk bukan,kue juga bukan".
yah,saya sedikit kecewa. kenapa saya tidak bisa masak enak seperti ibu-ibu yang lain ya.
tapi anakku gak bilang kalau bikinan saya gak enak. Dia diam,meskipun kuenya hanya digigit sedikit lalu di taruh lagi.
komentarnya:
"pasti bu guru inel suka deh Bu".
setelah aku selesai puasanya ,aku cicipi kue buatanku.
Astaghfirullah alladzin. Rasanya asin dan gak jelas. aku merasa bersalah tadi anakku cuma saya kasih bekal kue bikinanku.
semakin aku ingat,aku semakin mengerti. bahwa selama ini anak perempuanku tidak pernah membuat hati ibunya bersedih atau kecewa.
saat dia menikmati makanan rumah yang enak, dan bukan bikinan saya tetapi bikinan teteh yang bantu-bantu dirumah, anakku tidak pernah kehabisan kata-kata untuk selalu memujiku.
"wah,enak masakan buatan ibu"
bukan Mbak,itu bikinan teteh
"tapi khan yang beli bahannya Ibu",
hehehhe. terharu.
Dari kecil sudah biasa mandiri,karena saya tinggal kerja.
tiap senin dan rabu dia datang dengan kesadarannya sendiri untuk ikut les baca di sekolah.
Pulang sebentar sekedar makan dan ganti baju lalu berangkat les.
pernah suatu hari dia mungkin bosan,atau ingin main seperti teman-temannya.
dia tidak datang les,alasannya gurunya rapat. setelah saya tanya ke temen lesnya,ternyata tidak.
waduh,sempet khawatir,kok anakku boong.
saya kasih sedikit omongan,kalau mbak bohong nanti ibu masuk neraka lho mbak?
"kok bisa buk".
iya,nanti Allah marah sama Ibu,karena Ibu tidak bisa ngajarin mbak dengan benar.
"iya dech,saya besok rajin dan gak boong lagi Bu".
ingin secepatnya bisa menemani anak-anakku di rumah.
sambil menjaganya dan meninabobokkan mereka bersama satu ranjang.
pasti sangat indah dan luar biasa.
Monday, November 9, 2009
Thursday, November 5, 2009
Ide Mendadak
Ini berawal dari ketika saya hamil nih.
baju hamil yang hanya bisa saya pakai untuk saat hamil saja. lalu kalau dah gak hamil,saya simpan di almari,dan hasilnya karena hamilnya jaraknya cukup lama,warna jadi dah belel. oh..sayang. lalu kalau mau buat menyusui,karena tuh baju pakai kancing depan,maka kalau menyusuipun pastinya dada akan tetap kelihatan. waduh..malu lagi. dan pikir punya pikir,aku ada ide untuk buat baju yang trendi,chic,yang tetap fashionable. dan yang pasti ini baju bisa multifunction.
aku suka menyebutnya baju 3in1,yang artinya baju 1 tapi 3 kegunaan:
1. Bisa Buat Baju Hamil
2. Bisa sekalian buat menyusui
3. Bisa dipakai meskipun gak hamil atau menyusui lagi.
minta pendapat sama temen-temen,katanya idenya ok. Bagus. good.
karena kupikir zaman sekarang orang maunya yang bagus tapi ekonomis.
nah...berhubungan daku gak bisa bikin design baju seperti itu,maka saya contact ahlinya. Dan Alhamdullilah bayarnya gak mahal kok. per designnya hanya 25.000 saja.
dan Wekkend ini dia sanggup bikinin. and akan segera dikirim ke email saya kalau dah selesai.
hebatnya lagi,yang dibayar cukup yang akan saya pilih saja.
Doakan proyek ini akan sukses.
baju hamil yang hanya bisa saya pakai untuk saat hamil saja. lalu kalau dah gak hamil,saya simpan di almari,dan hasilnya karena hamilnya jaraknya cukup lama,warna jadi dah belel. oh..sayang. lalu kalau mau buat menyusui,karena tuh baju pakai kancing depan,maka kalau menyusuipun pastinya dada akan tetap kelihatan. waduh..malu lagi. dan pikir punya pikir,aku ada ide untuk buat baju yang trendi,chic,yang tetap fashionable. dan yang pasti ini baju bisa multifunction.
aku suka menyebutnya baju 3in1,yang artinya baju 1 tapi 3 kegunaan:
1. Bisa Buat Baju Hamil
2. Bisa sekalian buat menyusui
3. Bisa dipakai meskipun gak hamil atau menyusui lagi.
minta pendapat sama temen-temen,katanya idenya ok. Bagus. good.
karena kupikir zaman sekarang orang maunya yang bagus tapi ekonomis.
nah...berhubungan daku gak bisa bikin design baju seperti itu,maka saya contact ahlinya. Dan Alhamdullilah bayarnya gak mahal kok. per designnya hanya 25.000 saja.
dan Wekkend ini dia sanggup bikinin. and akan segera dikirim ke email saya kalau dah selesai.
hebatnya lagi,yang dibayar cukup yang akan saya pilih saja.
Doakan proyek ini akan sukses.
Sunday, October 11, 2009
Sukses Acara Halal-Bihalal RT
11 Oktober 2009
Alhamdullilah ,
acaranya bisa dibilang sukses.
Pagi Jam 5.30 saya meluncur ke PS. Palmeriam. cuma sebentar,hanya beli kekurangannya saja,karena sabtu saya dah nyicil belanja.
cari lontong,ternyata dah pesanan semua. tinggal 20 lontong,wah...kayaknya percuma.
ya wes akhirnya beli daun pisangnya saja,untuk bikin lontong sendiri.
ternyata gak susah-susah amat kok. biar cepat beras di aron dulu,baru di bungkusin pakai daun pisang. Rebus lagi kira-kira 2,5 jam.
Jam 7.00 saya meluncur lagi ke kandang ayam, untuk ambil pesanan ayam 6 ekor yang dah di potong-potong. yah,langsung ke kandangnya karena dapat harga lebih murah pastinya.
Selonjoran sebentar. Tumben anak gak mau dilepas. maunya nempellll aja.
ya ,mangku anak sambil menyiangi sayur-mayur.
Jam 10.00 tetangga datang untuk bantuin masak.
waktu serasa cepet sekali berlalu.
Alhamdullilah jam 16.30 akhirnya tiba. dan tetangga pada berdatangan. Spare 40 mangkuk menu, masih lebih. Dan senengnya masakannya banyak yang bisa menikmati. selain tetangga dan saudara. masakannya paginya dibawa suami ke kantornya.
menunya berlebihan katanya:
1. Lontong
2. Opor Ayam
3. Sambal Goreng Kentang
4. Kue Bolu
5. Singkong Lapis
6. Gorengan Tahu + Molen Pisang
7. Mie Goreng
8. Acar
9. Krupuk Udang
10. Rengginang
wah,tapi habis lho.
yang dihidangkan ke Ibu-ibu arisan.
soalnya pada minta plastik untuk di bawa pulang:):)
tapi seneng kok saya,tamu-tamu senang.
Terimakasih Ibu Aam, Mama Ria,Ibu RT,Mama Ita sudah bantuin saya yang notabene gak bisa masak ini.
Alhamdullilah ,
acaranya bisa dibilang sukses.
Pagi Jam 5.30 saya meluncur ke PS. Palmeriam. cuma sebentar,hanya beli kekurangannya saja,karena sabtu saya dah nyicil belanja.
cari lontong,ternyata dah pesanan semua. tinggal 20 lontong,wah...kayaknya percuma.
ya wes akhirnya beli daun pisangnya saja,untuk bikin lontong sendiri.
ternyata gak susah-susah amat kok. biar cepat beras di aron dulu,baru di bungkusin pakai daun pisang. Rebus lagi kira-kira 2,5 jam.
Jam 7.00 saya meluncur lagi ke kandang ayam, untuk ambil pesanan ayam 6 ekor yang dah di potong-potong. yah,langsung ke kandangnya karena dapat harga lebih murah pastinya.
Selonjoran sebentar. Tumben anak gak mau dilepas. maunya nempellll aja.
ya ,mangku anak sambil menyiangi sayur-mayur.
Jam 10.00 tetangga datang untuk bantuin masak.
waktu serasa cepet sekali berlalu.
Alhamdullilah jam 16.30 akhirnya tiba. dan tetangga pada berdatangan. Spare 40 mangkuk menu, masih lebih. Dan senengnya masakannya banyak yang bisa menikmati. selain tetangga dan saudara. masakannya paginya dibawa suami ke kantornya.
menunya berlebihan katanya:
1. Lontong
2. Opor Ayam
3. Sambal Goreng Kentang
4. Kue Bolu
5. Singkong Lapis
6. Gorengan Tahu + Molen Pisang
7. Mie Goreng
8. Acar
9. Krupuk Udang
10. Rengginang
wah,tapi habis lho.
yang dihidangkan ke Ibu-ibu arisan.
soalnya pada minta plastik untuk di bawa pulang:):)
tapi seneng kok saya,tamu-tamu senang.
Terimakasih Ibu Aam, Mama Ria,Ibu RT,Mama Ita sudah bantuin saya yang notabene gak bisa masak ini.
Wednesday, September 30, 2009
PR Masak buat acara Arisan RT
Tanggal 11 Oktober 2009 nanti kebetulan ketempatan untuk acara arisan RT sekaligus Halal Bihalal. Rencana semula mau bikin masakan khas lebaran,seperti lontong opor ayam dan sambel goreng ati. Pikir di pikir kok ribet juga yah. mau minta bantuan masak sama tetangga,kok gak enak,kayak masak besar aja:).
ahhh..iseng-iseng cari resep yang yummy dan tetap seger di mbah google. Terlintas dengan menu soto. Soto disuka semua kalangan,baik anak-anak bisa dan orang tua juga bisa. Karena Ibu-ibu pasti bawa anaknya kalau arisan,tapi kata suami tetep menu opor aja.
Mikir lagi,
Minum: Air Mineral Gelas,murah,sehat dan Prakstis.
Menu Makan:
Lontong
Opor Telur Ayam
Sambal Goreng Ati
Kerupuk Udang
Snack:
Rengginang.
Tempe Mendoan.
Makanan Penutup:
Kolak Ketan Durian
Liat Hasilnya tgl 11 Okt nanti.
ahhh..iseng-iseng cari resep yang yummy dan tetap seger di mbah google. Terlintas dengan menu soto. Soto disuka semua kalangan,baik anak-anak bisa dan orang tua juga bisa. Karena Ibu-ibu pasti bawa anaknya kalau arisan,tapi kata suami tetep menu opor aja.
Mikir lagi,
Minum: Air Mineral Gelas,murah,sehat dan Prakstis.
Menu Makan:
Lontong
Opor Telur Ayam
Sambal Goreng Ati
Kerupuk Udang
Snack:
Rengginang.
Tempe Mendoan.
Makanan Penutup:
Kolak Ketan Durian
Liat Hasilnya tgl 11 Okt nanti.
Tuesday, August 18, 2009
Mulai Kursus
Bismillahirohmannirrohim
Bertepatan tanggal 15 agustus 2009 saya mantapkan hati untuk menekuni dunia jahit-menjahit.
Mulai kursus jahit deket rumah. Inilah persiapan saya menjelang kehadiran anak kami yang ketiga. Rasanya sudah gak sanggup lebih lama lagi ninggalin mereka semua terus-menerus. yah...meskipun kata orang atau suamipun toh kerja juga untuk anak.
Untuk itu saya Niatkan hati untuk mendapatkan peluang usaha yang bisa dikerjakan Ibu-ibu tanpa harus meninggalkan anak-anaknya dalam waktu yang cukup lama.
Hari pertama kursus,baru diajarkan cara ambil ukuran badan, pola dasar Rok,pola dasar baju. sebenarnya dulu, dulu sekali 13 tahun yang lalu sudah pernah mengikuti kursus jahit dasar. Tapi karena tidak ada keinginan untuk bisa,jadi ya terbengkalai ilmunya. dan mungkin pikiran saya dulu masih ingin jadi orang yang kerjaaaaa terus sama orang lain.
Kini setelah merasakan anaknya makin nambah,baru deh...rumus kepepet dijalankan.
Gak afdhol kalau kursus jahit tapi dirumah gak ada mesin jahit.
Karena suami juga kurang mendukung,dari biaya kursus dan mesin jahit yang rencana saya beli ini murni dari pinjaman kantor. Lumayan tanpa bunga.
Alhamdullilah kalau jahit menjahit dan bikin pola itu khan kayak ilmu matematika bersatu dengan seni. Untuk itung-itungan lumayan mudah, tapi darah seninya ini nih yang musti saya pupuk dan terus belajar supaya model-model baju yang nanti ingin diciptakan menarik banyak minat pelanggan. Untung hidup didunia modrn seperti saat ini,yang internet tinggal klik dan apa yang ingin kita pelajari ada semua.
jadi saya rasa saya gak akan kehabisan ide untuk membuat baju-baju yang oke. dan lagi majalah mode baik mode yang general ataupun mode muslim juga sudah gampang ngedapetinnya.
Minggu ini rencana mau beli mesin jahit singer manual plus dinamo, dan mesin obras. sudah tanya tetangga yang baru beli,harga berkisar untuk mesin jahit singer manual 500.000 dan mesin obras kecil untuk usaha rumahan biasa harganya 700.000. Itung-itung nabung ilmu dan modal usaha. jadi saat nya tiba nanti, tidak terlalu besar modal yang harus dikeluarkan secara bersamaan.
Alhamdullilah kalau untuk ketrampilan wanita yang lain seprti sulam pita, pasang payet, sulam benang ,sedikit sudah bisa dan pernah ikut kursus juga. jadi nanti bisa menambah nilai plus kalau disandingkan dengan baju-baju jahitan saya.
wah,jadi pengen cepet bisa jahit nih,meskipun perut saat ini sedang tidak kosong alias hamil 6 bulan. tapi semangat terus untuk impian yang ingin saya raih.
Minggu besok saya akan berburu ke jatinegara untuk mencari mesin jahit dan mesin obras. Alhamdullilah uang pinjaman kantor akan segera turun.
usaha sukses, modal dari hasil pinjaman.
Bertepatan tanggal 15 agustus 2009 saya mantapkan hati untuk menekuni dunia jahit-menjahit.
Mulai kursus jahit deket rumah. Inilah persiapan saya menjelang kehadiran anak kami yang ketiga. Rasanya sudah gak sanggup lebih lama lagi ninggalin mereka semua terus-menerus. yah...meskipun kata orang atau suamipun toh kerja juga untuk anak.
Untuk itu saya Niatkan hati untuk mendapatkan peluang usaha yang bisa dikerjakan Ibu-ibu tanpa harus meninggalkan anak-anaknya dalam waktu yang cukup lama.
Hari pertama kursus,baru diajarkan cara ambil ukuran badan, pola dasar Rok,pola dasar baju. sebenarnya dulu, dulu sekali 13 tahun yang lalu sudah pernah mengikuti kursus jahit dasar. Tapi karena tidak ada keinginan untuk bisa,jadi ya terbengkalai ilmunya. dan mungkin pikiran saya dulu masih ingin jadi orang yang kerjaaaaa terus sama orang lain.
Kini setelah merasakan anaknya makin nambah,baru deh...rumus kepepet dijalankan.
Gak afdhol kalau kursus jahit tapi dirumah gak ada mesin jahit.
Karena suami juga kurang mendukung,dari biaya kursus dan mesin jahit yang rencana saya beli ini murni dari pinjaman kantor. Lumayan tanpa bunga.
Alhamdullilah kalau jahit menjahit dan bikin pola itu khan kayak ilmu matematika bersatu dengan seni. Untuk itung-itungan lumayan mudah, tapi darah seninya ini nih yang musti saya pupuk dan terus belajar supaya model-model baju yang nanti ingin diciptakan menarik banyak minat pelanggan. Untung hidup didunia modrn seperti saat ini,yang internet tinggal klik dan apa yang ingin kita pelajari ada semua.
jadi saya rasa saya gak akan kehabisan ide untuk membuat baju-baju yang oke. dan lagi majalah mode baik mode yang general ataupun mode muslim juga sudah gampang ngedapetinnya.
Minggu ini rencana mau beli mesin jahit singer manual plus dinamo, dan mesin obras. sudah tanya tetangga yang baru beli,harga berkisar untuk mesin jahit singer manual 500.000 dan mesin obras kecil untuk usaha rumahan biasa harganya 700.000. Itung-itung nabung ilmu dan modal usaha. jadi saat nya tiba nanti, tidak terlalu besar modal yang harus dikeluarkan secara bersamaan.
Alhamdullilah kalau untuk ketrampilan wanita yang lain seprti sulam pita, pasang payet, sulam benang ,sedikit sudah bisa dan pernah ikut kursus juga. jadi nanti bisa menambah nilai plus kalau disandingkan dengan baju-baju jahitan saya.
wah,jadi pengen cepet bisa jahit nih,meskipun perut saat ini sedang tidak kosong alias hamil 6 bulan. tapi semangat terus untuk impian yang ingin saya raih.
Minggu besok saya akan berburu ke jatinegara untuk mencari mesin jahit dan mesin obras. Alhamdullilah uang pinjaman kantor akan segera turun.
usaha sukses, modal dari hasil pinjaman.
Thursday, August 6, 2009
My and Pemulung
Rumahku di Jakarta Timur. Tepatnya di Utan Kayu Selatan.
Hampir tiap hari aku telusuri jalan tepian kali untuk menuju angkot yang akan aku tumpangi.
karena jalan ini yang lebih dekat.
Kali ini bukan kali mati. Tapi sangat padat kanan-kirinya.
karena banyak rumah panggung dan terlihat kumuh jadinya.
Memang rumah-rumah disana di set seperti rumah panggung,karena sering banjir kalau pas musim hujan.
dan penghuni rumah tersebut kebanyakan adalah orang daerah yang merantau di Jakarta ini. Dan mata pencahariannya adalah Pemulung.
Saya tidak tahu apakah mereka hidup layak atau tidak. setiap orang punya takaran sendiri-sendiri. Aku lihat disana orangnya banyak juga yang hidup berkecukupan. HP bahkan lebih keren dari HP ku.
nenek-nenek tua bawa karung besar adalah pemandangan yang sudah biasa saya temui.
Oh...begitu kuatnya tenaga nenek-nenek ini. di usianya yang seharusnya sudah istirahat untuk aktifitas yang berat,tapi justru masih tetap berusaha keras untuk tetap meraih rezeki dariNya.
Anak-anak usia sekolah,juga saya lihat sudah tidak sekolah lagi. Meskipun gratis katanya sekolah,tapi mereka sudah asyik dengan pekerjaannya. Rambut dicat warna-warni, badan terlihat tak terurus, bau tidak sedap di sekitar tempat tinggal. Kamar mandi yang buat rame-rame. itulah yang setiap hari saya lalui.
Ada miris di hati ini. Ada tanya di hati. Apa kira-kira yang bisa saya berikan buat perbaikan kehidupan mereka?
Yah..meskipun saya juga masih pas-pasan,tapi gpp khan kalau suatu hari nanti saya bisa memberikan yang terbaik buat lingkungan tinggal saya.
Ya Allah,ijinkan aku bisa menjadi secercah cahaya dalam kehdupannya.
Hampir tiap hari aku telusuri jalan tepian kali untuk menuju angkot yang akan aku tumpangi.
karena jalan ini yang lebih dekat.
Kali ini bukan kali mati. Tapi sangat padat kanan-kirinya.
karena banyak rumah panggung dan terlihat kumuh jadinya.
Memang rumah-rumah disana di set seperti rumah panggung,karena sering banjir kalau pas musim hujan.
dan penghuni rumah tersebut kebanyakan adalah orang daerah yang merantau di Jakarta ini. Dan mata pencahariannya adalah Pemulung.
Saya tidak tahu apakah mereka hidup layak atau tidak. setiap orang punya takaran sendiri-sendiri. Aku lihat disana orangnya banyak juga yang hidup berkecukupan. HP bahkan lebih keren dari HP ku.
nenek-nenek tua bawa karung besar adalah pemandangan yang sudah biasa saya temui.
Oh...begitu kuatnya tenaga nenek-nenek ini. di usianya yang seharusnya sudah istirahat untuk aktifitas yang berat,tapi justru masih tetap berusaha keras untuk tetap meraih rezeki dariNya.
Anak-anak usia sekolah,juga saya lihat sudah tidak sekolah lagi. Meskipun gratis katanya sekolah,tapi mereka sudah asyik dengan pekerjaannya. Rambut dicat warna-warni, badan terlihat tak terurus, bau tidak sedap di sekitar tempat tinggal. Kamar mandi yang buat rame-rame. itulah yang setiap hari saya lalui.
Ada miris di hati ini. Ada tanya di hati. Apa kira-kira yang bisa saya berikan buat perbaikan kehidupan mereka?
Yah..meskipun saya juga masih pas-pasan,tapi gpp khan kalau suatu hari nanti saya bisa memberikan yang terbaik buat lingkungan tinggal saya.
Ya Allah,ijinkan aku bisa menjadi secercah cahaya dalam kehdupannya.
Sunday, July 26, 2009
Rumahku Bukan Masjid
"eh..eh..eh,jangan masuk! gak boleh masuk kalau gak pakai sandal!"
teriak ibu tetangga sebelah yang memang terkenal sangat higienis itu.
Gadis kecil tak bersandal itupun segera lari menghambur kepelukan ibunya yang kebetulan berdiri tidak jauh dari sana.
Dan Ibu yang kawatir rumahnya kotor oleh kaki mungil itupun spontan juga menengok ke Ibu sang gadis kecil yang ternyata pasti dengar dengan kata-katanya yang sedikit meninggi.
Kawatir rumahnya akan kemasukan kuman?
entahlah apa yang ada dalam hatinya, apakah perasaan tidak enak atau memang sudah biasa.
Tapi Hati si ibu gadis kecil itu ternyata merasa kasihan dengan gadis kecilnya. Yang tiba-tiba saja serasa ada semburat rasa takut di wajahnya.
Dipeluknya gadis kecilnya dan dibawanya masuk kerumah yang merupakan syurganya.
Masih dalam diingatan saya,
Saat Guru ngaji saya sering bercerita bagaimana tabiat Nabi Muhammad SAW.
Ketika Beliau menggendong seorang bayi, dan bayi itu tiba-tiba kencing.
Sang orang tua sangat khawatir dan malu, bagaimana tidak?
Tapi Nabi yang sangat bijaksana ini tahu apa isi hati sang orang tua.
Maka Nabipun segera angkat bicara:
" BajuKu bisa saya cuci dengan air suci dan akan kembali suci kembali, tapi bila kita hardik anak yang masih suci ini maka akan membekas sangat dalam dan akan sulit untuk di sembuhkan".
Sang orangtua bayi itupun segera tersenyum dan berangsur mengambil bayinya dari pelukan Nabi.
itulah kisah hati saya, minggu bersama anak.
Dan saya wanti-wanti untuk tidak main ketempat Ibu sebelah yang melarang Gadisku masuk,kalau mau main kesana pakai sandal ya? biar tidak kecewa.
Rumah sebelah khan bukan rumah kita nduk, rumah kita memang bebas untuk siapa saja yang berkeinginan silaturahim. atau anak-anak yang memang suka sekali mengacak-ngacak mainan bersamamu,lalu di tinggalkan begitu saja. Dan akhirnya ibu atau mbak yang harus beres-beres.
tapi yang pasti,Ibu ingin membangun syurga dalam rumah ini. Bukannya sekedar masjid,kalau mau masuk memang harus dalam keadaan bersih.
Kalau rumah Ibu akan kotor karena Ulahmu atau teman-temanmu,itu sangat mudah bagi Ibu untuk mencucinya atau membersihkannya.
selamat bermain,bersendaugurau kembali ya gadisku.
teriak ibu tetangga sebelah yang memang terkenal sangat higienis itu.
Gadis kecil tak bersandal itupun segera lari menghambur kepelukan ibunya yang kebetulan berdiri tidak jauh dari sana.
Dan Ibu yang kawatir rumahnya kotor oleh kaki mungil itupun spontan juga menengok ke Ibu sang gadis kecil yang ternyata pasti dengar dengan kata-katanya yang sedikit meninggi.
Kawatir rumahnya akan kemasukan kuman?
entahlah apa yang ada dalam hatinya, apakah perasaan tidak enak atau memang sudah biasa.
Tapi Hati si ibu gadis kecil itu ternyata merasa kasihan dengan gadis kecilnya. Yang tiba-tiba saja serasa ada semburat rasa takut di wajahnya.
Dipeluknya gadis kecilnya dan dibawanya masuk kerumah yang merupakan syurganya.
Masih dalam diingatan saya,
Saat Guru ngaji saya sering bercerita bagaimana tabiat Nabi Muhammad SAW.
Ketika Beliau menggendong seorang bayi, dan bayi itu tiba-tiba kencing.
Sang orang tua sangat khawatir dan malu, bagaimana tidak?
Tapi Nabi yang sangat bijaksana ini tahu apa isi hati sang orang tua.
Maka Nabipun segera angkat bicara:
" BajuKu bisa saya cuci dengan air suci dan akan kembali suci kembali, tapi bila kita hardik anak yang masih suci ini maka akan membekas sangat dalam dan akan sulit untuk di sembuhkan".
Sang orangtua bayi itupun segera tersenyum dan berangsur mengambil bayinya dari pelukan Nabi.
itulah kisah hati saya, minggu bersama anak.
Dan saya wanti-wanti untuk tidak main ketempat Ibu sebelah yang melarang Gadisku masuk,kalau mau main kesana pakai sandal ya? biar tidak kecewa.
Rumah sebelah khan bukan rumah kita nduk, rumah kita memang bebas untuk siapa saja yang berkeinginan silaturahim. atau anak-anak yang memang suka sekali mengacak-ngacak mainan bersamamu,lalu di tinggalkan begitu saja. Dan akhirnya ibu atau mbak yang harus beres-beres.
tapi yang pasti,Ibu ingin membangun syurga dalam rumah ini. Bukannya sekedar masjid,kalau mau masuk memang harus dalam keadaan bersih.
Kalau rumah Ibu akan kotor karena Ulahmu atau teman-temanmu,itu sangat mudah bagi Ibu untuk mencucinya atau membersihkannya.
selamat bermain,bersendaugurau kembali ya gadisku.
Subscribe to:
Posts (Atom)
